Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 12 Mei 2010

Gubernur Boyong Bupati-Walikota ke Eropa

Rabu, 12 Mei 2010
Irwan: Gubernur dan Ketua Dewan
Sudah Kantongi Izin Presiden

PALU – Har ini Gubernur Sulawesi Tengah HB Paliudju akan berangkat menuju sejumlah negara di Eropa. Ia tidak sendiri, bersama dengan Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele, akan
memboyong sejumlah bupati dan walikota, ‘’jalan-jalan’’ ke sejumlah negara di Eropa. Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Drs Irwan Lahace M.Si, tiga bupati yang dipastikan akan ikut dalam lawatan kali ini adalah Bupati Morowali Anwar Hafid, Bupati Parimo Longky Djanggola, Bupati Sigi Drs Hidayat dan Walikota Palu Rusdy Mastura. Di jajaran Sekretariat provinsi juga ikut sejumlah pejabat di antaranya, Karo Humas dan Protokol, Irwan Lahace, Karo Perlengkapan Umum dan Aset Drs Yuliansyah SE, M.Si dan staf ahli Gubernur Dr Ir Elim Somba. Selain itu, ikut pula Dirut PD Sulteng Zainal Abduh serta Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele. Menurut Irwan Lahace, rombongan tidak berangkat bersama-sama. Rusdy Mastura dan Longki Djanggola baru menyusul kemudian setelah rombongan berada di Leiden - Belanda pada 27 Oktober mendatang. ‘’Beliau berdua masih ada acara penting di Jakarta dan akan bergabung nanti saat berada di Leiden – Belanda,’’ beber Irwan Lahace.
Gubernur dan rombongan akan berada di Eropa hingga November dan diperkirakan pada 3 atau 4 November sudah kembali ke tanah air. Masih menurut Irwan biaya pemberangkatan sejumlah pejabat tersebut berasal dari Pemda masing-masing. ‘’Soal besarnya biaya saya tidak tahu persis,’’ elak Irwan.
Selain rombongan Pemprov dan bupati serta walikota, sebanyak 21 pejabat dari Untad juga akan ikut dalam rombongan ini. ‘’Ada sejumlah dekan serta pejabat terkait akan itu. Dari Untad jumlahnya sekitar 21 orang,’’ rincinya.
Apa saja agenda perjalanan Gubernur dan Rektor Untad ke sejumlah negara di Eropa itu?
Ada dua acara penting yang akan dihadiri yaitu meninjau koleksi herbarium terbesar di dunia yang berada di Leiden Belanda. Konon katanya, 30 persen koleksi herbarium (tumbuhan yang diawetkan) berasal dari hutan di Sulawesi Tengah. Seusai dari Leiden – Belanda langsung menuju Jerman untuk menghadiri penandatanganan kerjasama antara Universitas Tadulako dengan Gottingen University di bidang penelitian. Kunjungan ke salah satu universita terkemuka di Jerman itu terkait dengan dengan kerjasama antara Untad dengan Stability of Rainforest Margins in Indonesia (STORMA).
Kehadiran Gubernur Sulteng HB Paliudju di Jerman tutur Irwan Lahace adalah dalam posisinya sebagai ketua dewan penyantun yang diundang secara khusus oleh perguruan tinggi di negara itu. Sedangkan Ketua DPRD Sulteng Aminuddin Ponulele juga harus hadir karena ini terkait pemanfaatan sumber daya alam di Sulawesi Tengah.
Lebih jauh Irwan menjelaskan, kepergian Gubernur Paliudju dan Ketua DPRD Aminuddin Ponulele, sudah mendapat izin dari Presiden dan Mendagri. ‘’Pada prinsipnya tidak ada masalah. Izin dari Presiden dan Mendagri sudah turun. Presiden mengizinkan karena ini berkaitan dengan peristiwa penting,’’ tekannya.
Seperti diketahui, Untad merupakan salah satu dari empat universitas yang ikut menjalin kerja sama perguruan tinggi Jerman-Indonesia dalam penelitian bidang stabilitas pinggiran hutan tropis melalui STORMA
Menurut staf ahli Gubernur, Elim Somba yang ditemui beberapa waktu lalu, seusai menerima peneliti dari Jerman, selain Untad, keempat lembaga tersebut adalah Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Tadulako dan University of Gottingen dan University of Kassel dari Jerman.
"Sudah puluhan doktor dan pascasarjana yang lulus melalui program STORMA ini, ungkapnya.
STORMA katanya merupakan kerja sama penelitian bidang stabilitas pinggiran hutan tropis yang didanai oleh Deutsche Forschungsgemeinschaft (DFG) atau masyarakat peduli lingkungan Jerman.
Sebagai lokasi penelitian, dipilih kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) di Palu, Sulawesi Tengah. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar