PALU – Golkar tampaknya tidak mau terpancing dengan ajakan PDIP untuk memosisikan diri sebagai pengeritik pemerintah (oposan, red) di parlemen nanti. Pengurus Golkar Sulteng Iqbal Andi Maqqa, mengatakan ajakan PDIP terhadap Fraksi Golkar untuk bersikap kritis selama ini telah dilakukan dengan cukup konsisten. Menurutnya, kalau kritis yang dimaksud adalah terus menerus menghantam kebijakan pemerintah itu adalah anggapan salah tafsir. Pasalnya, DPRD sekarang tidak hanya PDIP sudah cukup kritis bila dilihat secara kontekstual terhadap pembangunan di Sulawesi Tengah. Adapun katanya sikap kritis yang non kontekstual itu adalah bagian dari pembobotan image sebagai seorang politisi. ‘’Artinya memang perlu ada ketegasan antara ucapan dan perbuatan para anggota dewan,’’ katanya. Yang pasti akan ada perubahan gaya politik Partai Golkar berkaitan dengan dinamika politik nasional dewasa ini. Terkait koalisi permanen yang saat ini terus diwacanakan, bagi Golkar kata Iqbal itu merupakan bagian dari dinamika politik saat ini. ‘’Hanya saja jangan sampai asumsi kejadian nasional disamakan dengan dinamika politik di daerah,’’ ujarnya mengingatkan.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPD PDIP Sulteng Muharram Nurdin meminta Partai Golkar untuk bersikap lebih kritis daripada yang sekarang ini. Muharram mengakui, sikap politik Golkar dalam lima tahun terakhir ini masih standar. Tidak akomodatif tapi juga tidak terlalu kritis. ‘’Kita harapkan agar Golkar bisa lebih garang lagi, menyikapi kebijakan pemerintah yang tidak mencerminkan keberpihakan terhadap rakyat. Kalau ini bisa dilakukan, maka pemerintah akan lebih bisa dikontrol,’’ ujar Muharram. (yar)
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar