Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Buya Hamka Perkenalkan Muhammadiyah di Sulteng

Sabtu, 08 Mei 2010
Anti Teror TNI tetap Berdiri Sendiri

PALU – Tim anti teror yang saat ini berada di setiap matra baik angkatan darat, angkatan laut maupun angkatan udara tetap berada di satuan masing-masing. Demikian pula tim anti teror Densus 88 yang berada di bawah Polri keberadaannya tetap dipertahankan.
Pernyataan itu dikemukakan Panglima TNI Joko Santoso merespons pertanyaan dari ketua Pepabri Sulteng Kol (Purn) Aswar Syam yang meminta agar Densus 88 dilebur menjadi satu wadah dengan tim anti teror yang ada di tubuh TNI. Pertimbangannya menurut Aswar Syam, agar kinerja tim anti teror lebih efektif dan tidak tumpang tindih. Menurut Panglima, satuan anti teror baik yang di TNI Angkatan Darat, Angakatan Laut maupun angkatan Udara, akan tetap berdiri sendiri. Dan sejauh ini tidak ada pemikiran menggabungkannya dalam wadah tertentu. Terkait maraknya aksi teror dan ledakan bom penanganannya tetap oleh pihak Polri. ‘’Ledakan bom terkait dengan ancaman keselamatan publik. Karena itu menjadi tugas Polri yang bertugasnya menjaga keamanan. Olehnya penanganannya tetap oleh tim anti teror Polri. Satuan anti TNI baru bisa bergerak jika ada permintaan dari Polri,’’ katanya menjelaskan.
Dalam menyikapi teror, TNI katanya menggunakan tiga pola, yakni, pendeteksian, pencegahan dan penindakan. Untuk tiga hal ini katanya, TNI tidak berdiri sendiri dan tetap bersinergi dengan pemerintah daerah, masyarakat dan Polri itu sendiri.
Sedangkan tim anti teror yang ada di satuan TNI, baru akan bergerak jika terjadi pembajakan terhadap kapal laut atau pesawat komersial. Terkait anggaran TNI yang seret, Panglima juga mengatakan, selama ini pemerintah memang belum bisa memenuhi kebutuhan ideal TNI, karena fokus pemerintah sekarang adalah pembangunan dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Walau demikian institusi yang dipimpinnya itu tetap mampu menjalankan tugas dan fungsi pokoknya sebagai pertahanan negara.
Kunjungan perdana Panglima TNI kali dalam rangkaian silaturahmi Ramadan 1430 Hijriah. Dialog yang berlangsung sesaat sebelum buka puasa bersama dengan jajaran Muspida Sulteng, tokoh agama dan masyarakat itu, berlangsung sekitar 40 menit dan dipandu oleh Wagub Achmad Yahya. Dialog yang dihadiri seratusan undangan itu berlangsung di lapangan Pogombo kantor Gubernur Sulteng (6/9) kemarin.
Sesuai jadwal yang dikeluarkan oleh Biro Infokom dan Humas Sulteng, hari ini Jenderal Joko Santoso dan rombongan akan menuju Maluku untuk tujuan yang sama. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar