Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Sabtu, 08 Mei 2010

Achmad Yahya Pimpin Tim Sembilan

Sabtu, 08 Mei 2010
PALU – Partai Demokrat belum menentukan nama-nama yang akan dicalonkan menjadi pimpinan dewan kelak. Nama-nama itu baru akan diketahui setelah yang bersangkutan memasukan pendaftaran skepada Tim Sembilan yang saat ini sedang digodok. Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng H Achmad Yahya kepada wartawan mengatakan, walaupun di Partai Demokrat ada beberapa nama yang mempunyai potensi untuk menjadi unsure pimpinan di DPRD Sulteng, namun ia tetap menyerahkan pada mekanisme baku partai yakni Tim Sembilan yang bertugas menggodok nama-nama calon. Ia mengatakan, sebagai ketua partai dirinya akan memimpin langsung Tim Sembilan tersebut demikian pula untuk kabupaten/kota. Namun bagi pimpinan partai di kabupaten/kota yang berminat mencalonkan diri, maka yang bersangkutan tidak bisa masuk dalam tim yang bertugas untuk melakukan uji kelayakan dan kepatutan terhadap para bakal calon. ‘’Ini mekanisme yang diatur dalam Juklak soal pemilihan pimpinan dewan. Ini mekanisme baku yang berlaku untuk Partai Demokrat di seluruh Indonesia,’’ rinci Achmad Yahya.
Soal kesan sentralistik, Achmad Yahya mempunyai alasan lain. Menurutnya, kesan sentralistik yang kemudian dianggap tidak sesuai dengan semangat kekinian (desentralisasi,red) diambil semata-mata untuk meminimalkan potensi konflik yang mungkin mencuat di balik proses ini. ‘’Anda tahu ini politik, gesekan-gesekan seperti itu pasti ada. Olehnya DPP mengambil kebijakan seperti ini. Dan menurut saya ini bagus setidaknya untuk saat ini,’’ ungkapnya.
Partai Demokrat sebagai partai baru dibanding saudara tuanya, PDIP, Golkar dan PDIP memang masih menata infrastrukturnya untuk lebih mapan termasuk kematangan kader-kadernya. Setidaknya kata Achmad Yahya dengan mekanisme ini akan melatih mental kader untuk tunduk pada garis kebijakan partai sekalipun kebijakan itu berseberangan dengan kepentingannya.
Ia menargetkan pada pekan depan, Tim Sembilan yang dipimpinnya sudah mulai melakukan tugas-tugasnya yang diawali dari pembukaan pendaftaran bakal calon, melakukan uji kelayakan dan kepatutan hingga akhirnya mengirimkannya ke DPP Partai Demokrat di Jakarta. ‘’Kita kirimkan antara dua atau tiga orang. soal siapa yang akan terpilih menjadi kewenangan pusat,’’ ungkapnya.
Sementara itu, nama-nama yang bakal bersaing pada perebutan posisi wakil ketua dewan mendampingi jago Golkar yang kemungkinan besar akan mencalonkan Prof Aminuddin Ponulele, hingga kemarin tetap berputar pada empat nama. Keempat orang tersebut adalah, Henri Kawulur, Nawawi S Kilat, As’ad Lawali dan Mustar Labolo. Namun sumber Radar Sulteng di jajaran Partai Demokrat kemungkinkan besar Tim Sembilan DPD Partai Demokrat Sulteng hanya akan meloloskan dua nama, karena dua nama lainnya bakal terjegal di kriteria calon yang mengharuskan kualifikasi pendidikan S1. Achmad Yahya sendiri mengaku, yang bersangkutan harus berangkat dari organisasi mapan seperti Muhammadiyah, HMI, NU atau GPID dan GKST karena melalui penempaan organisasi seperti itu, yang bersangkutan setidaknya mempunyai kemampuan untuk menjalankan tugas-tugasnya. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar