Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Road Show Kampanye Damai Pemilu 2009

Kamis, 06 Mei 2010
Road Show Kampanye Damai Pemilu 2009
Masih Banyak Parpol, Langgar Aturan Kampanye

Komitmen parpol untuk mewujudkan pemilu damai sepertinya masih dalam angan-angan. Pada road show bersama antara Paprol, KPU dan Panwas, sejumlah parpol malah ramai-ramai melanggar aturan kampanye

LAPORAN: YARDIN HASAN
Kemarin pagi, lapangan parkir Pelabuhan Pantoloan mendadak penuh oleh ratusan kendaraan roda empat. Padahal tidak ada kapal Pelni yang bersandar di dermaga terbesar di Sulteng itu. Ratusan kendaraan roda empat berbagai jenis itu, memang bukan untuk mengantar atau menjemput kolega mereka yang datang dari luar daerah. Kedatangan mereka kemarin adalah memenuhi undangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulteng, menggelar kampanye damai. Kampanye tersebut mengawali kampanye terbuka yang dibuka hari ini hingga ……….mendatang.
KPU sendiri si empunya hajatan sebelumnya telah memberikan memberikan rambu-rambu kampanye yang harus ditaati oleh seluruh peserta kampanye, baik partai politik maupun caleg DPD. Aturan-aturan itu antara lain, satu parpol hanya boleh menyertakan dua kendaraan. Yakni parpol di tingkat pengurus kota Palu dan pengurus di tingkat provinsi. Sedangkan DPD hanya boleh menyertakan satu unit mobil untuk satu orang caleg. Sedangkan pawai kendaraan bermotor sama sekali tidak dibenarkan.
Demikian pula untuk urutan pawai, dilakukan sesuai nomor urut parpol yang didahului oleh Partai Hanura, di posisi terakhir di tempati partai Buruh. Dasar parpol, selalu ada saja cara yang dilakukan untuk menyiasati aturan. Karena mobil yang dibolehkan hanya dua unit untuk setiap parpol, maka mobil-mobil lain yang sudah siap dengan atribut parpol lalu mendahului, saat rombongannya lewat mobil-bobil itupun menyusup dalam konvoi. Saat star masih terlihat posisi kendaraan sesuai dengan urutan yang diatur KPU. Namun setelah dua ratus meter setelah meninggalkan tempat star, konvoi bertambah panjang karena sudah ada puluhan kendaraan yang menyusup di tengah jalan. Puluhan Polisi lalu lintas yang mengawal konvoi kendaraan tidak bisa berbuat banyak melihat kendaraan parpol masuk menyusup di antara konvoi kendaraan. Demikian pula kendaraan roda dua yang sudah siap dengan atribut partainya walau dilarang namun tetap saja nekad menyusup di antara rombongan. Dalam catatan Radar Sulteng, sebagian besar parpol melakukan pelanggaran khususnya mengenai jumlah kendaraan. Di antara parpol peserta pemilu, Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) paling banyak menyertakan kendaraan, sebanyak 8 kendaraan, disusul PAN 4 kendaraan ditambah dengan sejumlah kendaraan roda dua. Sejumlah partai yang menyertakan tiga kendaraan roda dua adalah PPBI, PKPI, PKPB, PDP, PBR dan PKB. Tak hanya parpol, calon anggota DPD juga ikut-ikutan melanggar aturan KPU. Calon anggota DPD yang mestinya hanya menyertakan satu unit mobil, namun ada beberapa yang menggunakan dua unit kendaraan. Yakni, Hardy Yambas dan Heri ‘’Blangkone’’ Sugianto.
Heri sendiri bahkan tidak ikut dalam star pertama di terminal pelabuhan Pantoloan tetapi menunggu di tengah jalan sebelum bergabung. Sepanjang konvoi, parpol mencoba tampil berbeda untuk memancing perhatian warga. PKS misalnya, mengumandangkan nasyid disertai jargon partai itu, yaitu, bersih peduli dan professional. Jargon itu terus dikumandangkan melalui pengeras suara. ‘’Caleg PKS bersih, tidak korup dan tidak ada yang ditangkap KPK,’’ teriak beberapa kader PKS melalui pengeras suara yang ditempatkan di mobil pikap. Tak mau kalah dengan PKS, Demokrat juga mengumandangkan jargon andalannya. Mereka juga tak henti-hentinya meneriakan keberhasilan Partai Demokrat yang dipimpin Ketua Dewan Penasehatnya, Susilo Bambang Yudhoyono. ‘’Ayo dukung SBY,’’ teriak kader Partai Demokrat.
Demikian juga PPP, yang dikomandoi langsung oleh Ketua DPC PPP Kota Palu, Andi Patongai. Partai berlambang Ka’bah ini juga meneriakan keberhasilan PPP di bawah kepemimpinan Andi Patongai. ‘’Bersama Pak Andi Patongai kita menuju sukses pemilu 2009,’’ teriak kader PPP.
Namun yang tak kalah hebohnya adalah Partai Golkar. Menggunakan satu mobil pikap dan bus penumpang, Golkar mendapat sambutan hangat dari warga di sepanjang jalan. Sejak keluar dari halaman parkir terminal penumpang Pantoloan, Golkar terus mendapat sambutan hangat dari warga setempat.
Iring-iringan kendaraan yang mencapai dua kilometer ternyata tidak sampai memacetkan lalu lintas. Ini tidak terlepas dari kesigapan aparat yang mengawal jalannya konvoi. Peserta konvoi tidak dibiarkan berjalan beriringan karena dipastikan akan memacetkan jalan. Oleh KPU, parpol tidak diberangkatkan secara bersamaan, tetapi berangkat secara berkelompok. Setiap empat-atau lima parpol selalu diantarai oleh satu buah Polisi lalu lintas. Petugas inilah yang mengatur jarak antara satu kelompok parpol satu dengan yang lainnya. Dengan demikian tidak ada iring-iringan kendaraan yang bisa memacetkan lalu lintas.
Divisi Kampanye KPU Sulteng Yahdi Basma, mengaku puas dengan kampanye damai yang diikuti oleh parpol dan calon anggota DPD. Memang kata, Yahdi masih ada sejumlah parpol yang menyertakan kendaraannya lebih dari dua. Namun kata dia pesan yang disampaikan dalam konvoi tersebut, yakni kampanye damai bisa sampai ke masyarakat. Ia berharap, agar pelaksanaan kampanye pada hari-hari berikutnya bisa berlangsung tenang dan aman.
Sementara itu, Ketua PPRN Sulteng, Irwan Alamsyah yang dihubungi Radar Sulteng, terkait banyaknya kendaraan PPRN dalam konvoi, mengaku tidak bisa berbuat banyak. Yang pasti katanya, pihaknya sudah memberikan pemahaman kepada kader-kader agar cukup menyertakan dua mobil saja seperti ketentuan KPU Sulteng. Selaku pimpinan PPRN, dirinya meminta maaf bila kendaraan PPRN melebihi kuota yang ditentukan KPU. Di sisi lain, kata dia fenomena tersebut menunjukan tingginya kesadaran kader-kader PPRN dalam menyukseskan pemilu damai. (***)

0 komentar:

Posting Komentar