Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Kamis, 06 Mei 2010

Rapor Pejabat di TW I, Merah

Kamis, 06 Mei 2010
Rapor Pejabat di TW I, Merah
PALU – Rapor sebagian besar pejabat dinas dan badan maupun kantor pada triwulan (TW) pertama tahun anggaran 2009, merah total. Mereka yang mendapat rapor merah memang memperlihatkan kinerja yang mengecewakan, karena kinerjanya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal itu terungkap dalam rapat evaluasi dan pengendalian pelaksanaan kegiatan APBD triwulan I yang berlangsung di ruang Polibu kantor Gubernur Senin (25/5) kemarin. Sedikitnya ada 27 dinas dan badan yang hanya mencatat kinerja dibawah 10 persen, 14 instansi 18-20 persen dan ada instansi yang pencapaiannya nol persen. Yang memenuhii target dengan realisasi di atas 20 persen hanya tiga instansi. Instansi yang mencatat rapor merah adalah instansi yang mengelola dana besar sebut misalnya, Dinas PU, Dikjar Dinas Sosial dan beberapa dinas teknis lainnya. Bahkan Bappeda Sulteng yang tugasnya ‘’hanya’’ mengoordinasi program antar unit satua kerja dalam triwulan pertama juga tampil mengecewakan. Dalam laporan evaluasi tersebut, Bappeda yang saat ini disibukan dengan program yang oleh banyak kalangan sebagai program utopis yakni mewujudkan Terusan Katulistiwa hanya mencatat kinerja di bawah 10 persen.
Ada tiga alasan yang dikemukakan oleh para petinggi dinas untuk menutupi catatan kinerjanya yang mengecewakan itu. Pertama, keterlambatan pengesahan dokumen pelaksanan anggaran (DPH) yang baru disahkan rata-rata akhir Maret 2009. Pasalnya DPH tersebut akan menjadi acuan pelaksanaan lelang. Alasan kedua, surat panitia pengadaan barang dan jasa belum sepenuhnya dapat diterbitkan karena sulitnya mencari staf pengelola yang memenuhi syarat. Terakhir, bahwa 30 pekerjaan fisik di lapangan akan diprogramkan pada triwulan II dan III.
Alasan tersebut tampaknya diterima dengan lapang dada oleh Gubernur HB Paliudju yang memimpin langsung jalannya rapat tersebut. Sekilas, rapat tersebut berlangsung standar saja hanya melaporkan hasil kinerja yang mayoritas masih dibawah standar. Tidak ada evaluasi kritis dari Paliudju mengapa kinerja anak buahnya itu tidak mencatat progress yang menggembirakan. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar