Komisi di DPRD
Sulteng Terbentuk
PALU – DPRD Sulteng akhirnya merampungkan pembentukan komisi. Rapat paripurna dengan agenda pembentukan komisi-komisi itu sekaligus melengkapi alat kelengkapan dewan yang sebelumnya sudah terbentuk yakni ketua dan wakil ketua dewan. Dari proses distribusi yang dilakukan oleh enam pimpinan fraksi pada empat komisi, terlihat politisi dari Sultim khususnya dari dapil Sulteng V, berkumpul di komisi IV yang menangani bidang kesejahteraan rakyat (Kesra). Ada enam politisi asal Sultim yang terkosentrasi di komisi yang bermitra dengan Dinas Kesehatan dan Dikjar itu. Mustar Labolo (Demokrat), Busta Kamindang (Golkar), Basri Sono (PAN) Ilham Chandra (PKS) Ramli Isa Kukuh (Hanura/F-Tadulako). Selain itu masih ada juga I Nyoman Slamet walaupun terdaftar dari dapil Sulteng III, Parimo namun politisi PDIP ini sebelumnya adalah warga Banggai. ‘’Bahkan rumah beliau masih ada di Toili,’’ kata Mustar rekannya.
Mustar sendiri mengelak ada grand scenario dibalik menumpuknya politisi Sultim di komisi Kesra. ‘’Distribusi anggota ke setiap komisi sesuai dengan ploting para pimpinan fraksi. Sama sekali tidak ada grand scenario. Ini hanya faktor kebetulan saja. Bahkan di komisi IV tidak ada perwakilan anggota dewan dari dapil Sulteng IV. Ini juga tidak disengaja,’’ ujar Mustar mengklarifikasi.
LANGSUNG RAPAT INTERNAL
Sesaat setelah disahkan, para pimpinan komisi langsung menggelar rapat komisi masing-masing. Komisi III yang dipimpin Nawawi Sang Kilat bahkan langsung mengagendakan pertemuan dengan mitra kerja, guna persiapan kunjungan kerja yang rencananya akan digelar pada 16 November mendatang. Sejumlah komisi juga merencanakan agenda yang sama. Berbeda dengan komisi II yang mendahuluinya dengan menggelar konperensi pers, berkaitan dengan agenda yang akan dilakukan oleh komisi yang bermitra dengan 15 instansi ini. Intinya Ketua Komisi II Yus Mangun,meminta Gubernur bersama SKPD pro aktif dalam proses pembahasan rancangan anggaran pendapatan daerah (RAPBD) 2010 agar tidak molor. ‘’Untuk dewan sendiri kita yakin bisa menyelesaikan pembahasan RAPBD 2010 pada Desember 2010. Sekarang tinggal tergantung pemerintah supaya lebih pro aktif. Misalnya dalam pembahasan tidak mengutus pejabat eselon III atau staf biasa. Karena ini akan membuat molor,’’ kata Yus Mangun.
Rapat internal komisi berlangsung cukup lama. Komisi II bahkan baru menyelesaikan rapatnya hingga pukul 15.30. Usai rapat internal komisi, giliran Badan Musyawarah yang menggelar rapat hingga pukul 16.00. Rapat tersebut untuk membahas agenda DPRD Sulteng masa persidangan triwulan tiga. (yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar