PALU - Jika tidak ada aral melintang, Jumat 23/10 mendatang, empat pimpinan DPRD Sulteng yang terdiri dari satu ketua dan tiga wakil ketua, akan dilantik dan diambil sumpahnya oleh Kepala Pengadilan Tinggi Palu. Kepastian pelantikan itu dijelaskan oleh politisi PAN, Lutfhi Lembah kepada Radar Sulteng di ruang Komisi III (19010) kemarin.
Menurut Lutfhi yang juga termasuk salah satu yang akan dilantik, surat keputusan dari Depdagri baru saja diterima oleh sekretariat dewan. ‘’SK dari Depdagri baru saja diterima tadi (kemarin, red), dan direncanakan Jumat nanti baru akan dilakukan pelantikan pimpinan dewan,’’ terang wakil rakyat dari dapil kota Palu ini. SK pengesahan empat pimpinan dewan tersebut, ditandatangani langsung oleh Mendagri Mardianto dengan nomor, 161.72-733-2009 tertanggal 19 Oktober 2009.
Pimpinan dewan periode kali ini, keterwakilan wilayah cukup terlihat. Wilayah timur Sulteng diwakili oleh Henri Kawulur. Sedangkan Basri Sono politisi PAN dari Banggai Bangkep mengaku, tidak akan merebut kursi wakil ketua. Selaku senior PAN, dirinya mengikhlaskan jabatan mentereng itu, kepada yuniornya Lutfhi Lembah. Dirinya cukup saja mengendalikan arah politik PAN di dewan dengan menjabat sebagai ketua fraksi.
Keempat pimpinan dewan yang kelak akan dilantik dan diambil sumpahnya adalah, Aminuddin Ponulele dan Syafrun Abdullah keduanya berasal dari dapil yang sama Kabupaten Donggala, Lutfhi Lembah berasal dari dapil kota Palu, kemudian Henri Kawulur dari dapil Poso, Morowali dan Touna.
Jabatan ketua dewan bagi Aminuddin Ponulele adalah yang kedua. Demikian pula, Syafrun Abdullah ini adalah jabatan periode kedua setelah pada Pemilu 1999-2004, ia juga menduduki posisi yang sama.
Aminuddin otomatis akan menjabat Ketua DPRD Sulteng, karena Golkar adalah peraih kursi terbanyak dengan raihan 9 kursi. Pada pemilu 1997 yang hanya berumur dua tahun ia menjabat sebagai Ketua DPRD Sulteng Daerah Tingkat I Provinsi Sulawesi Tengah. Berikutnya pada Pemilu 1999, Aminuddin kembali terpilih menjadi ketua. Jabatan ini hanya dijalaninya dua tahun lebih, karena pada pemilihan gubernur yang saat itu masih dilakukan oleh dewan, Aminuddin terpilih menjadi Gubernur Sulteng mengalahkan incumbent HB Paliudju. Berikutnya adalah Syafrun Abdullah. Politisi PDIP ini juga bukan orang asing di jajaran pimpinan dewan. Pada Pemilu 1999- 2004, Syafrun yang berasal dari dapil Sulteng II (Donggala) terpilih sebagai salah pimpinan dewan. Namun pada periode 2004-2009, Ketua DPD PDIP turun pangkat menjadi anggota biasa. Jumat nanti ia kembali menduduki jabatan wakil ketua untuk lima tahun kedepan. Sedangkan Henri Kawulur, menurut teman-temannya di Partai Demokrat termasuk mendapatkan durian runtuh. Ini karena Ketua DPD Demokrat Sulteng, Achmad Yahya lebih memberikan kepercayaan kepadanya dari pada dua rekannya, Nawawi S kilat dan Mustar Labolo yang sudah kenyang dengan pengalaman politik termasuk di dewan. Henri yang menjabat Sekretaris Demokrat Sulteng, disebut-sebut lebih senior dalam struktur kepengurusan partai. ‘’Pak Henri termasuk senior di partai jadi wajar jika mendapat jabatan wakil ketua,’’ ujar Lusy Shanti rekannya di Partai Demokrat. (yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar