Home | Looking for something? Sign In | New here? Sign Up | Log out

Rabu, 05 Mei 2010

Anggota DPD Sulteng Wafat

Rabu, 05 Mei 2010
ROGER Tobigo anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) RI asal daerah pemilihan Sulawesi Tengah, kemarin (2/2) meninggal dunia dalam usia 73 tahun. Almarhum yang lahir di Poso 28 Oktober 1953 meninggalkan seorang istri Ny WS Lawolio SH dan enam orang putri serta 9 cucu. Menurut penuturan putri bungsu almarhum Ir Debrina R Tobigo SH, semasa hidupnya almarhum sang ayah tidak pernah mengidap penyakit serius. ‘’Paling-paling hanya flu biasa. Setelah itu diobati langsung sembuh,’’ jelas Debrina sambil sesekali menerima ucapan bela sungkawa dari pelayat di rumah duka Jalan Sulawesi – Palu Selatan malam tadi.
Namun pada Agustus 2008, ayahnya sempat didiagnosa menderita penyakit ganas, kanker kelenjar getah bening. Usaha untuk menyembuhkan penyakit ganas itu turur Debrina terus diupayakan oleh keluarga.Pada September 2008, ayahnya menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Guangzhou - Tiongkok. Di rumah sakit tersebut ayahnya sempat menjalani kemoterapi. Hasilnya bengkak pada bagian leher mengempis. Setelah berangsur pulih, ia kembali lagi ke Jakarta dan menjalankan tugas tugasnya sebagai anggota DPD RI.
Selang beberapa waktu, kembali lagi ke Guangzhou untuk pengobatan lebih intensif. ‘’Sampai di Guangzhou, dokter di sana menyarankan agar penanganannya tidak lagi sekadar kemoterapi. Tetapi perlu ada tindakan medis lebih lanjut, karena penyakitnya sudah menjalar,’’ beber Debrina rinci.
Namun pengobatan tersebut ternyata menimbulkan masalah baru. Masalah timbul setelah almarhum tiba di Jakarta. ‘’Akibat pengobatan itu Bapak tidak bisa makan, kemudian kami masukkan ke Rumah Sakit Cikini,’’ katanya.
Untuk lebih mendekatkan dengan anak-anaknya dan keluarga besarnya, maka pada 18 Januari 2009, almarhum dibawa ke Palu, dan selajutnya berobat di RS Undata hingga wafat. Sebagai putri tertua dari enam bersaudara, Debrina mengaku sosok ayahnya sangat membekas di hatinya. ‘’Beliau paling sabar, murah hati dan ramah terhadap orang lain,’’ kenangnya.
Semasa hidupnya, almarhum R Tobigo adalah seorang birokrat. Sebagian besar hidupnya dihabiskan mengabdi kepada negara. Sejumlah jabatan strategis pernah disandang oleh almarhum. Di masa kepemimpinan Gubernur Galib Lasahido sudah menduduki jabatan strategis dilanjutkan di era Aziz Lamadjido selama dua periode. Semua jabatan Asisten pernah disandangnya. Usai memangku jabatan Asisten, almarhum dipercaya menjadi Kepala BP-7. Usai dari BP-7 dipercaya menjadi Widyaswara di Balai Diklat Sulteng sebelum benar-benar menarik diri dari panggung birokrasi alias pensiun pada 2003. Pada pemilu 2009, R.Tobigo mencalonkan diri sebagai anggota DPD. Ia pun terpilih di antara empat anggota DPD lainnya menempati rangking ke 2 setelah Nurmawati Bantilan dengan dperolehan 113.412 suara.
Menurut Debrina keinginan almarhum ayahnya untuk menjadi anggota DPD semata-mata didasari oleh obsesinya menjadikan Sulawesi Tengah sejajar dengan daerah-daerah lainnya di Indonesia. ‘’Makanya pada 2009 ini, beliau kembali mencalonkan. Saat memutuskan untuk maju lagi, bapak belum sakit,’’ jelasnya. R. Tobigo akan dikebumikan di kompleks pekuburan Kristen Talise pada Rabu 4/2. Menurut Debrina sebelum dikebumikan akan dilakukan upacara pelepasan oleh pemerintah provinsi. (yar)

0 komentar:

Posting Komentar