Musda Golkar Digelar 16 September
PALU – Ketua DPD Golkar Sulteng Aminuddin Ponulele meminta jajaran pengurus Golkar Sulteng, baik provinsi maupun daerah kompak. Tidak ada friksi di antara sesama pengurus yang membuat kinerja partai menjadi terganggu. Wacana soal calon ketua, menurut Aminuddin adalah dinamika organisasi yang lumrah dan tidak perlu disikapi secara berlebihan. ‘’Sebagai partai besar, dinamika seperti itu adalah hal biasa. Tidak boleh membuat konsentrasi kita terganggu. Soal calon ketua kita serahkan saja pada mekanisme formal yaitu, forum Musda,’’ kata Aminuddin saat memberikan wejangan kepada panitia Musda Golkar yang berlangsung (11/11) lalu.
Wacana soal calon ketua, lanjut Aminuddin diserahkan saja pada peserta Musda dalam hal ini para pimpinan DPD II.
Sementara itu, dalam rapat perdana panitia Musda yang berlangsung di Sekretariat Partai Golkar – Jalan Moh Yamin beberapa waktu lalu, Musda Golkar direncanakan akan berlangsung 16 - 18 September 2009 yang akan dilaksanakan di Swiss Bellhotel – Palu Barat. Sedikitnya seratusan orang yang terdiri dari peserta penuh dan peninjau akan hadir dalam pelaksanaan Musda tersebut.
Menurut Aminuddin Ponulele, Ketua Umum Partai Golkar Ir Aburizal Bakrie direncanakan akan hadir pada pelaksanaan Musda tersebut.
Sementara itu, sejumlah kandidat ketua mulai mengemuka. Selain Aminuddin yang masih disebut oleh sejumlah pengurus daerah, juga ada Rusdi Mastura, Longky Djanggola, Hasyim Hadado dan Muhiddin M Said. Dua nama yang disebut terakhir kini sudah masuk di jajaran pengurus DPP Golkar di Jakarta. Sedangkan, Aminuddin Ponulele, Rusdy Mastura dan Longky Djanggola langkah ketiganya belum sepenuhnya mulus. Aminuddin masih terkendala dengan syarat soal durasi kepengurusan yang sudah berjalan dua periode. Kemudian Rusdy Mastura terganjal oleh syarat yang mengharuskan calon ketua harus sarjana S1 dan Longky Djanggola juga masih menemui kendala serius karena calon ketua disebutkan harus aktif dalam pengurus harian minimal lima tahun secara terus menerus. Di antara ketiga figur ini, Aminuddin masih sedikit berpeluang karena syarat bahwa tidak lebih dua periode bisa diabaikan jika mendapat persetujuan dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. (yar)
Rabu, 12 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar